Sabtu, 11 September 2010

NILAI NORMAL GULA DARAH

NILAI NORMAL GULA DARAH (NORMAL VALUES OF BLOOD SUGAR).
Tanya jawab mengenai "nilai normal gula darah"
Pertanyaan.
Mau nanya, gula darah itu kan kan diperiksa di lab dua kali ya klo ga salah. pertama pada saat puasa 8 jam dan 2 jam setelah makan. Nah bagusnya itu kadar yang 8 jam lebih tinggi dari 2 jam atau sebaliknya yaaaa...??
thanks bgt yaaa...! fie-fie


Jawaban.
Ya, ada beberapa pemeriksaan laboratorium darah, yang sebelumnya diharuskan
berpuasa +/- 10 jam, yang dimaksudkan agar hasilnya maksimal dimana perut
dalam keadaan kosong, jadi hasil tidak terpengaruhi oleh zat-zat makanan.

Adapun nilai normal :
  • Gula darah puasa (8 jam tidak makan) = 70 – 110 mg/dL
  • Gula darah 2 jam PP (sesudah makan) = 100 – 140 mg/dL
  • Gula darah acak                                  = 70 - 125 mg/dL


Jika gula darah anda rendah, maka badan akan terasa lemas, pusing, gampang capek. Maka untuk meningkatkan gula darah, perbanyak makan makanan alami yang manis, yaitu buah-buahan, daging, dan ikan alami, sungai atau laut. Jangan ikan ternak. Lalu bagaimana jika Nilai Gula darah tinggi..? Maka ini perlu waspada. Selama saya membuka praktek, tamu yang datang cuma saya ukur pakai patokan nilai gula 200mg/dl saja. Jadi kalau dibawahnya dapat dikatakan normal, kalau gula darah diatas 300, 400, 500, 600mg/dl, ini baru bermasalah. Ini sudah dipastikan ke Diabetes.

Terapi Gula Darah Tinggi
  1. Terapi Pengobatan Islam, pengambilan darah kotor, cara ini sangat bagus.
  2. Herbal, bisa pakai sambiloto, brotowali, jus bengkoang, jinten hitam dll
  3. Terapi spiritual, tenangkan diri, ibadah yang khusyu'
  4. Olah raga, "Berkeringat adalah kunci dalam menurunkan gula darah, bahkan olahraga ringan dapat menyebabkan otot untuk menyedot glukosa pada 20 kali tingkat normal,"
Alamat Pengobatan Alami Surabaya :
Hubungi : Cak Majid
Alamat   : Perumahan Gunungsari Indah 
                 Blok M-17 Surabaya
Hp/Telp : 031-777 500 99 (Flexi)
                 0857 3366 3333 (IM3)
 (Melayani Terapi : Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat, Darah Tinggi, Penyakit Jantung, Kesemutan, Sakit Kepala, Leher kaku, Sakit Pinggang, Sakit Pundak kaku, Trigliserida Tinggi, Mata Kabur dll)

PENURUN GULA DARAH

Pare Salah satu Penurun Gula darah
PENURUN GULA DARAH (LOWERING BLOOD SUGAR).
Pare, sayur pahit yang satu ini memang menyimpan kejutan, tahukah Anda bahwa sayur yang satu ini bisa menurunkan gula darah Anda?

Tak banyak yang mengetahui bahwa pare bisa untuk para diabetesi, sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons - 3 ons bisa membuat kadar gula darah turun sebanyak 48%, membuat toleransi glukosa membaik tanpa terjadi peningkatan insulin, serta memperbaiki kadar gula darah puasa pada diabetesi.
Memang ini sangat baik untuk para diabetesi akan tetapi hati - hati dalam menggunakannya jika kadar gula darah Anda normal.

Komposisi pare sangatlah beragam, rasa pahit pare yang merupakan karakter khasnya disebabkan karena kandungan cucurbitacins. Diantara komposisi ini terdapatlah Charantin yang merupakan suatu bahan primer dalam mengurangi regulasi gula darah. Charantin membuat suatu reaksi penurunan gula darah (hipoglikemik). Pare juga mengandung suatu peptida yang menyerupai sifat insulin, salah satunya adalah polipeptida P dan alkaloid. Kandungan lain dalam pare pun turut serta dalam efek perubahan gula darah. Pada penelitian percobaan yang dilakukan ke manusia, pare menunjukkan perubahan signifikan dalam pengontrolan gula darah setelah mengkonsumsinya dan menghasilkan efek penurunan gula darah.

Salah satu metode untuk menggunakan pare adalah dengan membuat jus pare segar ukuran kecil dan buatlah sebanyak 50ml pare (1,5 ons) sampai 100 ml (sekitar 3 ons) lalu dibagi menjadi 2 atau 3 dosis sehari. Perlu diingat jus pare ini sangatlah pahit.

Meskipun pare sangat baik untuk menurunkan gula darah, akan tetapi harus diperhatikan penggunaannya apalagi jika Anda seorang diabetesi yang menggunakan obat - obatan untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Jangan lupa untuk memonitor kadar gula darah Anda jika Anda memutuskan untuk memakai pare sebagai tambahan pengontrol kadar gula darah. Jika Anda sedang dalam pengobatan bersama obat gula sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter Anda sebelum Anda menggunakan pare bersama obat Anda karena pare bisa menyebabkan kadar gula darah Anda turun drastis bila memakai terlalu berlebihan. Sedangkan untuk riwayat alergi terhadap pare belum pernah ada penelitiannya. (dr.Intan Airlina Febiliawanti)

Sedang terapi Gula darah terbaik adalah terapi Cupping Blood. Seperti yang saya tulis di artikel di blog ini. 

KADAR GULA DALAM DARAH

KADAR GULA DALAM DARAH (SUGAR CONTENT IN BLOOD).

Pak, kalau ketika mengukur kadar gula dalam darah itu tertulis angka misalnya 154, itu artinya apa ya? Trus bagaimana hubungan angka tersebut dengan kerja tubuh kita? Terima kasih atas jawabannya, semoga menjadi amal jariyah yang bermanfaat.
Wassalaam,
Canti

Jawaban:
Assalamualaykum wr wb
Alhamdulillah wa sholatu wa salam ‘ala Rasulillah SAW.
Terima kasih juga kami ucapkan atas pertanyaan yang telah diberikan.

Kesan saya ketika membaca pertanyaan dari ibu Canti adalah menjawabnya tidak sesederhana pertanyaannya. Mengartikan angka 154 yang muncul ketika mengukur kadar gula darah tidak hanya terbatas pada orang tersebut menderita gangguan kadar gula darah atau tidak. Ada aspek lain yang harus dinilai sebelum mengarah kesana. Supaya tidak melakukan salah penilaian, ada baiknya menurut hemat saya kita berpetualang dahulu melusuri hal-hal yang berkaitan dengan ukur-mengukur gula darah ini.

OK, pertama sebelum memulai petualangan penelusuran ini, saya ingin mengatakan bahwa pengujian kadar gula darah pada prinsipnya menerangkan berapa banyak kandungan kadar gula yang terdapat dalam darah yang menjadi bahan pengukuran dengan menggunakan berbagai metode yang masing-masing memiliki standard tersendiri. Ini penting untuk dipahami sebagai modal awal dalam menjawab pertanyaan dari ibu Canti karena pada kenyataannya akan kita temui banyak cara digunakan untuk mengukur kadar gula darah seseorang sehingga kita harus tahu cara mana yang dipakai dan apa gambaran yang diberikan dari hasil yang didapat dari pengukuran tersebut.

Penelusuran dimulai!

WHO, badan kesehatan dunia yang berkewajiban bersama seluruh anggota di dalamnya untuk menetapkan sebuah standard internasional dalam bidang kesehatan, untuk permasalahan gangguan kadar gula darah ini telah menetapkan beberapa standard penting yang dapat dijadikan patokan umum. Kenapa WHO begitu perhatiannya terhadap permasalahan gangguan kadar gula darah ini karena menurut hitung-hitungan ekonomi kesehatan, masalah gangguan kadar gula darah ini bisa menimbulkan dampak yang sangat besar bagi kesejahteraan manusia. Bukan hanya karena gangguan kadar gula darah itu sendiri tetapi lebih utama kepada gangguan kesehatan yang dapat menyertai gangguan kadar gula darah yang ada, baik yang muncul secara langsung artinya dalam waktu yang tidak terlalu lama sejak seseorang dikatakan memiliki gangguan kadar gula darah maupun yang baru muncul belasan atau puluhan tahun kemudian. Aspek lainnya lagi yang mereka khawatirkan dari adanya gangguan kadar gula darah ini adalah keadaan ini tidak dapat disembuhkan...tetapi dapat dikendalikan, asal tahu antisipasinya secara baik.

Membahas masalah ini, WHO telah banyak mengajak para pakar dalam masalah gangguan kadar gula darah dari seluruh bagian dunia. Ini penting karena gangguan kadar gula dalam darah ini dapat mengenai semua orang, semua umur dan semua golongan sehinggga penanganannya memerlukan pendekatan epidemiologis....bahasa gampangnya pendekatan kemasyarakatan. Walaupun langkah ini telah dilaksanakan akan tetapi dalam beberapa bagian tertentu dari para pakar yang bersepakat untuk merumuskan standard tersebut ada juga yang cenderung untuk mengeluarkan standard tersendiri dengan alasan bahwasanya kondisi yang berkembang untuk komunitas mereka sudah tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan sebagai standard oleh WHO sebelumnya. Hal ini dapat kita lihat pada kebijakan yang diambil oleh ADA (American Diabetes Association) di tahun 2003 dimana mereka mengadakan perubahan standard dan memicu  WHO untuk menilai standard yang telah mereka keluarkan sebelumnya. Hal ini terjadi karena memang data ilmiah yang ada menunjukkan telah terjadi pergeseran batas kandungan aman kadar gula darah di masyarakat Amerika. Aman disini maksudnya ya itu tadi...tidak ada potensi munculnya gangguan kesehatan yang sebab utamanya karena gangguan kadar gula darah atau diduga erat berkaitan dengan hal tersebut.

Oh ya...supaya juga tidak membingungkan, disini saya pakai istilah gangguan kadar gula darah karena saya ingin ibu Canti dan para pembaca lain mengetahui bahwa gangguan kadar gula darah tersebut bukan hanya diabetes. Ada kondisi dimana seseorang mengalami gangguan kadar gula dalam darahnya dan dimasukkan dalam kelompok IGT (Impaired Glocose Tolerance=Toleransi Glukosa Terganggu). Ada juga kelompok IFT (Impaired Fasting Glucose=Glukosa Puasa Terganggu). Ini kaitannya erat dengan penilaian gangguan kesehatan apa yang berpotensi muncul di kemudian hari dan juga penatalaksanaannya. Penatalaksanaan disini maksud saya bukan hanya pengobatannya, tetapi lebih mengutamakan rangkaian tindakan yang dapat mempertahankan kondisi sehat dari orang yang mengalami gangguan kadar gula darah secara optimal.

Penelusuran berlanjut !

Apa saja sih yang menjadi ketetapan dari WHO untuk masalah gangguan kadar gula dalam darah ini? Ada beberapa yang dapat kita jadikan pegangan. Indonesia sepengtahuan saya juga memakai patokan yang sama sehingga penatalaksanaan gangguan kadar gula dalam darah di tanah air juga memiliki pola yang tidak jauh berbeda.
Patokan tersebut adalah :

1. Kriteria diagnosis untuk gangguan kadar gula darah. Pada ketetapan terakhir yang dikeluarkan oleh WHO (Dalam petemuan tahun 2005) disepakati bahwa angkanya tidak berubah dari ketetapan sebelumnya yang dikeluarkan pada tahun 1999 seperti gambar diatas.

Penting juga untuk ibu Canti ingat ketika berbicara angka untuk memperhatikan satuan yang digunakan. Dalam tabulasi diatas WHO mengeluarkan standard dalam 2 satuan yang sering digunakan yaitu mmol/L dan mg/dL.  Perhatikan bahwa terdapat penggunaan kata sambung “atau” dan “dan”. Penggunaan kata sambung ini penting untuk menandakan misalnya bahwa untuk menentukan diabetes dapat dengan menggunakan salah satu dari 2 metode pemeriksaan yang ada dan untuk yang lainnya seperti yang disebutkan dalam tabel. 

2. Kadar gula darah normal (Normoglycaemia) dikatakan sebagai suatu kondisi dimana kadar glukosa darah yang ada mempunyi resiko kecil untuk dapat berkembang menjadi diabetes atau menyebabkan munculnya penyakit jantung dan pembuluh darah.

3.IGT oleh WHO didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang mempunyai resiko tinggi untuk terjangkit diabetes walaupun ada kasus yang menunjukkan kadar gula darah dapat kembali ke keadaan normal. "Seseorang yang kadar gula darahnya termasuk dalam kategori IGT" juga mempunyai resiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah yang sering mengiringi penderita diabetes. Kondisi IGT ini menurut para ahli terjadi karena adanya kerusakan dari produksi hormon insulin dan terjadinya kekebalan jaringan otot terhadap insulin yang diproduksi.

4. Batas bawah untuk IFG tidak berubah untuk pengukuran gula darah puasa yaitu 6.1 mmol/L atau 110 mg/dL. IFG sendiri mempunyai kedudukan hampir sama dengan IGT. Bukan entitas penyakit akan tetapi sebuah kondisi dimana tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara optimal dan terdapatnya gangguan mekanisme penekanan pengeluaran gula dari hati ke dalam darah.

5. Metode pengukuran kadar gula standard menggunakan bahan plasma darah yang berasal dari pembuluh vena. Plasma darah adalah bagian cair dari darah. Intinya adalah darah yang sudah tidak mengandung bahan-bahan padat lagi seperti sel darah merah hematokrit dan yang lainnya. Pada alat pengukur gula darah portabel yang banyak terdapat di pasaran, metode mendapatkan plasma dari darah dengan melakukan penyaringan darah yang diambil yang dilakukan oleh strip tempat menaruh sediaan darah yang diambil. Pengukuran kadar gula darah sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah darah diambil dari vena. Pengukuran darah vena dan kapiler pada saat puasa memberikan hasil yang identik pada saat puasa tetapi tidak untuk pengukuran 2 jam setelah makan dimana hasil dari darah kapiler menunjukkan nilai yang lebih tinggi.

6. Ada sebuah metode pemeriksaan kadar gula darah lainnya yang dapat membantu menentukan pengelompokan gangguan kadar gula darah yaitu OGTT (Oral Glucose Tolerance Test = Tes Toleransi Glukosa Oral ). Hal ini penting disebutkan karena  :
Tes glukosa darah puasa saja mempunyai nilai kegagalan untuk mendeteksi diabetes yang telah diderita sebelumnya (Tetapi belum diketahui kepastiannya) sebesar 30%
OGTT merupakan metode pengukuran yang dapat mengidentifikasi kondidi IGT secara akurat
OGTT diperlukan untuk memastikan seseorang mengalami gangguan toleransi glukosa yang tidak terdeteksi (dicurigai) dan juga berarti mengeluarkan orang tersebut dari kecurigaan yang ada. Tes OGTT disarankan untuk dilakukan pada seseorang yang memiliki kadar gula puasa 6.1 – 6.9 mmol/L atau 110 – 125 mg/dL untuk menentukan kepastian status toleransi glukosanya.

7. Pemeriksaan HbA1c tidak disarankan sebagai pemeriksaan diagnosis untuk diabetes dan kondisi gangguan kadar gula darah lainnya.

WHO juga menggunakan istilah Intermediate Hyperglycaemia untuk menggambarkan kadar gula dalam darah antara normal dan diabetes (IFG dan IGT) karena WHO bermaksud menghilangkan stigma diabetes terhadap orang yang tidak memenuhi kriteria untuk dikatakan memiliki kondisi diabetes dan juga menekankan bahwasanya kondisi Intermediate Glycaemia ini masih dapat kemabli ke kondisi normal.

Penelusuran  mendekati akhir !

WHO mendefinisikan diabetes sebagai kondisi dimana terdapat kenaikan kadar gula dalam darah yang berimplikasi menigkatnya faktor resiko terhadap penyakit yang didasari karena kerusakan pembuluh darah kecil dan besar serta berkurangnya kualitas hidup seseorang.

Dari definisi ini, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan sederhana bahwa batasan yang dibuat WHO untuk menentukan seseorang diabetes atau tidak mengambil pertimbangan  besar kecilnya kemungkinan muncul penyakit pembuluh darah dan jantung dari kondisi kadar gula darah seseorang. Pada kondisi dimana seseorang memiliki kadar gula darah dibawah batas kadar gula darah diabetes maka orang tersebut aman dari kemungkinan faktor resiko yang dapat timbul senadainya kondisi dia berada di dalam wilayah batas diabetes. Proses ini berjalan dinamis. Diantara kondisi normal dan diabetes sendiri terdapat kondisi naiknya kadar gula darah tetapi belum termasuk diabetes yang merupakan kondisi peralihan. Dapat berkembang menjadi diabetes dapat juga tidak tergantung dari penatalaksanaan yang ada.

Akhir Penelusuran : Bagaimana dengan angka 154 dan efeknya bagi tubuh kita? 

Dari uraian di atas kita bisa melihat setidaknya gambaran secara umum arti dari angka 154 yang ibu Canti tanyakan. Saya disini tidak dapat memberikan jawaban pasti karena memang saya tidak memiliki data bagaimana angka tersebut didapat, seperti apa metode pengukuran dan alat yang digunakan.

Tetapi saya berharap, dengan patokan standardisasi WHO dijelaskan diatas, insya Allah pertanyaan ibu Canti dapat terjawab sebagiannya. Penting untuk diingat juga adalah pengukuran kadar gula darah jangan hanya dilakukan 1 kali dan kemudian tidak ada mekanisme kontrol yang dilakukan. Selalu komunikasikan keadaan kita dengan penyedia layanan kesehatan yang biasa kita gunakan, dalam hal ini dapat berupa dokter keluarga kita atau instansi perawatan yang memang berkompeten untuk melakukan fungsi monitoring. Dalam memakai alat pengukur kadar gula darah portabel juga harus diingat untuk melakukan kalibrasi secara teratur sesuai petunjuk pemakaian. Mekanisme kerja alat dipengaruhi oleh ketepatan kalibrasi yang dilakukan dan juga penggunaan strip yang sesuai dan berkualitas. Dalam kondisi dimana kita tidak yakin terhadap keabsahan hasil dari alat yang kita gunakan disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah vena di instansi yang mampu melaksanakannya. Saya berharap semoga Allah memberikan rahmat sehat kepada kita semua dan menguatkan kita dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini.

GulaDarah.Com

CARA MENURUNKAN GULA DARAH

CARA MENURUNKAN GULA DARAH (HOW TO REDUCE BLOOD SUGAR)

Untuk para penderita DIABETES bisa lihat referensi ini dimana tulisan ini adalah cara untuk menurunkan Gula Darah :
Cara 1 :
- Kurangi minuman manis dan semua gula sintentis
- Banyak konsumsi ketimun.
- Ganti gula anda dengan madu.
- Makan normal seperti biasa, tapi jangan banyak-banyak makannya.
- Minum teh pahit.

Cara 2 :
Lakukan diet diabetes (diabetic diets) yaitu menganti pola makan yang alami, jangan kebanyakan makanan olahan, jajanan, kue manis, dan semua makanan kemasan. Hiduplah seperti zaman dulu, makanan serba alami,

Cara 3 :
Menurunkan Kadar Gula Darah bisa dengan upaya-upaya sebagai berikut ini :
Mengubah gaya hidup dengan berolah-raga teratur, mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula. Dengan keluarnya keringat, maka tubuh akan ringan. Keringat adalah bentuk detox, mengeluarkan racun dari dalam tubuh

Cara 4 :
Lakukan terapi Blood Cupping (Hijama/bekam) ini akan membuang darah kotor anda. Cara ini paling cepat untuk mengontrol level gula darah [blood sugar levels] karena darah yang keluar adalah 93-97 % darah kotor
Cara 5  :
gula darah tinggi akibat kurangnya produksi insulin dalam tubuh karena pankreas tidak bekerja dengan baik (bermasalah). pankreas yang memproduksi insulin. Maka perbanyak makan/minum manis alami, misal es sari tebu. Ketika zat manis alami ini masuk, ini akan memacu pangkreas bekerja mengeluarkan insulin.

Apa itu Type 1 Diabetes ?
Apa itu Cure diebetes type 1 ?
Apa itu Normal Blood Sugar levels ?
Apa itu Blood Sugar Testing Device ?
Apa itu Type 1 Diabetes Mellitus ?
Apa itu Diabetes Vision ?
Apa Itu diabetes Complications ?
Apa itu diabetes Diet & Meals ?

KADAR GULA DARAH NORMAL (NORMAL BLOOD SUGAR LEVELS).

KADAR GULA DARAH NORMAL (NORMAL BLOOD SUGAR LEVELS).
Kadar Gula Darah (KGD) yang normal dalam tubuh bervariasi antara 70 sampai 120 mg/dl dan biasanya meningkat sesaat setelah kita makan.

Jika kadar gula di atas batas normal, artinya seseorang mengalami hyperglikemia yang dikenal dengan Diabetes Mellitus (DM). Apa saja yang dapat kita lakukan agar kadar gula darah senantiasa normal?

Kadar Gula Darah yang berlebihan disebabkan oleh tidak sempurnanya proses metabolisme zat makanan dalam sel tubuh. Zat gizi dan sari makanan diserap di usus halus dan dibawa oleh darah ke dalam sel. Di dalam sel, sari-sari makanan tersebut diubah menjadi energi atau pun zat lain yang diperlukan tubuh.

Jika proses pengangkutan zat gula darah (glukosa) ke dalam sel terganggu, maka glukosa tidak dapat terserap ke dalam sel dan tertinggal di dalam darah.
Inilah yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Penyerapan glukosa ke dalam sel dibantu oleh sejenis hormon yang disebut insulin.

Untuk memelihara kadar gula darah yang normal dalam tubuh, sebaiknya kita mulai menjaga kadar gula di makanan yang dikonsumsi dengan membatasi konsumsi makanan yang manis-manis dan asupan karbohidrat.

Pada umumnya orang Indonesia tidak dapat meninggalkan kebiasaan makan nasi yang merupakan makanan pokok. Bahkan, ada yang merasa "belum makan kalau belum melahap nasi”. Makanan yang mengandung atau terbuat dari tepung seperti nasi, ketan, mi, bihun, singkong, ubi, kentang, roti, serta berbagai kue juga merupakan sumber gula (glukosa). Karena itu, penderita diabetes harus waspada ketika mengonsumsi makanan tersebut.

Bagi bukan penderita diabetes, untuk menjaga kadar gula darah normal adalah dengan menyeimbangkan kalori yang masuk (makan) dengan kalori yang keluar (kegiatan). Jika kita banyak melakukan kegiatan, kalori yang hilang dari dalam tubuh dapat diganti dengan mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang tepat, sehingga terdapat perputaran energi yang seimbang dalam tubuh. Jumlah seimbang antara kalori yang masuk dan kalori yang keluar yang seimbang tidak akan menyebabkan penumpukan gula dalam darah.
Jika kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit, jangan melakukan kegiatan yang terlalu berat. Sebaliknya, jika tubuh mendapat banyak kalori sementara kita tidak menyeimbangkannya dengan kegiatan yang sepadan, gula darah dapat mengendap di dalam darah dan selanjutnya dikhawatirkan akan menyebabkan penumpukan lemak.

Berolahraga secara teratur selain membantu menstabilkan kadar gula darah juga membantu memelihara berat badan dan menurunkan resiko penyakit jantung. Dengan berusaha memelihara kadar gula darah dalam tubuh, secara tidak langsung kita juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Salam, Cak Majid
www.guladarah.com

ALAT TES GULA DARAH




alat tes gula darah
Alat Tes Gula Darah sepertinya wajib dimiliki oleh penyandang penyakit Diabetes. Dengan alat ini penderita atau keluarga bisa mengontrol perkembangan kadar gula darah di tubuh. Fungsi utama Alat Tes Gula Darah (BLOOD SUGAR TESTING TOOLS) adalah megrontrol perkembangan pasien antara sebelum dan sesudah di lakukan suatu terapi.


Banyak macam alat TES GULA DARAH di pasaran, mulai yang spesifik dan ada yang 3 in 1 alias juga bisa untuk mengecek kolesterol dan asam urat. Harga pun bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal. 
Prinsip kerja Alat Tes Gula Darah adalah :


















Glukosa Dehydrogenase
Menguji Waktu: 10 Detik
Darah Requirment: 2 micro-litters
Memori Kapasitas: 250
Test Cakup: 20~900 mg/dL
Electrochmistry  Menggunakan Tipis/Encer- Memfilmkan Emas
Electrochemical biosensor teknologi.
Yang pertama menggunakan elektroda emas biosensor ( dipatenkan).
Prosedur menguji yang sangat mudah dan nyaman.
Hanya membutuhkan volume sampel darah yang sedikit ( 1,5-2 mikro liter).
Waktu pengukuran 10 detik.
Rentang nilai pengukuran kadar gula yang luas ( 20-900 mg/dL atau 1-50mmol/L).
250 Memori hasi pengukuran.
Memajang Lcd yang besar.
Desain yang cantik dan inovatif.
 
Oleh Cak Majid (Terapis Pengobatan Islam Surabaya)

GULA DARAH DIABETES (DIABETIC BLOOD SUGAR)

Gula Darah Diabetes
GULA DARAH DIABETES (DIABETIC BLOOD SUGAR).
Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis yang mempunyai jumpah penderita yang cukup banyak di Indonesia juga di seluruh dunia.

Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glokosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin.
Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.

Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan mengandung gula sehingga sering dilebung atau dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.

Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk / gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta melaksanakan / menjalani gaya hidup yang sehat dan baik bagi yang masih sehat maupun yang sudah sakit.

Terdapat dua tipe diabetes mellitus, DM tipe 1 adalah di mana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilahnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) dan DM tipe 2 di mana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya atau istilahnya Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Diabetes bukan 100% penyakit turunan. Diabetes melistus bisa disebakan riwayat keturunan maupun disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena penyakit kencing manis baik tua maupun muda. Waspada bagi anda yang memiliki orang tua yang merupakan pengidap diabetes, karena anda akan juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.

Resiko terkena diabetes dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok mirasantika dan lain sebagainya. Bagi anda yang sudah terkena diabetes sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah anda dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur. Dengan begitu anda dapat menghindar dari resiko efek yang lebih parah.

Diabetes Bisa sembuh tanpa obat. Ada 4 orang yg datanya saya rekam bisa sembuh tanpa obat. Rata-rata mereka mempunyai spiritual (keagamaan) yang tinggi. Seperti bapak dari Demak, Surabaya, dia berhasil sembuh dari penyekit gula darah diabetes tanpa obat. Apa rahasianya..? Rahasianya adalah hidup bersahaja, dulu dia kala berangkat kerja naik kendaraan, sekarang jalan kaki. Dulu dia sering telat sholat, sekarang belum adzan sudah di Masjid, hidupnya berubah, seperti seorang hamba yg menemukan Tuhannya. Akibat rasa tenang, rasa nyaman, rasa pasrah...diabetes nya sembuh. Jadi, kesimpulannya, Taubatlah...jangan putus asa, diabet itu bisa sembuh, asal anda nurut, mau ibadah, olahraga, menjaga makan.

Praktek Pengobatan Alami Surabaya
Oleh : Cak Majid (Terapis, Pengobatan Islam)
Alamat : Perumahan GSI Blok M-17 SBY
Telp     : 031 77750099 | 0857 3366 3333
Jadwal : Buka Jam 10.00-17.00 (harap sms kehadiran)

DIET GULA DARAH (BLOOD SUGAR DIET)

Diet Gula darah
DIET GULA DARAH (BLOOD SUGAR DIET).
Diabetes bukan penyakit baru. Sejak 1552 SM penyakit Gula Darah yang ditandai dengan seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak serta penurunan berat badan yang drastis ini, sudah dikenal dan disebut dengan istilah Poliuria. Tahun 400 SM, seorang penulis India Sushratha menamainya “penyakit kencing madu”. Nama diabetes mellitus (diabetes = mengalir terus, mellitus = manis) akhirnya diberikan oleh Aretaeus sekitar 200 tahun sebelum Masehi.

Mengelola penyakit Gula darah ini sebenarnya mudah asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat. Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar glukosa dalam darah di atas 120 mg/dl dalam kondisi berpuasa, dan di atas 200 mg/dl setelah dua jam makan. Tanda lain yang lebih nyata adalah apabila air seninya positif mengandung gula.

Diabetes muncul lantaran hormon insulin yang dikeluarkan oleh sel-sel beta dari pulau langerhans (struktur dalam pankreas yang bertugas mengatur kadar gula dalam darah) tidak lagi bekerja normal. Akibatnya, kadar gula dalam darah meninggi. Bila keadaan ini berlanjut dan melewati ambang batas ginjal, zat gula akan dikeluarkan melalui air seni.

Sejauh ini dikenal dua kelompok penderita diabetes yakni mereka yang terkena sejak kecil atau remaja, dan mereka yang terkena ketika sudah dewasa (kebanyakan usia 50 tahun ke atas). Penderita diabetes sejak muda kebanyakan membutuhkan suntikan insulin, sementara yang dimulai di usia dewasa tidak.

Sejak ditemukan hormon insulin oleh Banting dan Best dari Kanada pada 1921, penderita diabetes yang membutuhkan insulin dapat diatasi sehingga angka kematian dan keguguran bayi pada ibu hamil yang menderita diabetes semakin berkurang. Selain hormon insulin, Franke dan Fuchs (1954) melakukan uji coba obat anti diabetes dan terbukti banyak menolong para penderita.

Diabetes memang penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun dengan perawatan yang baik, setiap penderita dapat menjalani kehidupannya secara normal.

Diet Gula Darah dan olahraga

Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini. Menurut dr. Elvina Karyadi, M.Sc., ahli gizi dari SEAMEO-Tropmed UI, ada dua golongan karbohidrat yakni jenis kompleks dan jenis sederhana. Yang pertama mempunyai ikatan kimiawi lebih dari satu rantai glukosa sedangkan yang lain hanya satu. Di dalam tubuh karbohidrat kompleks seperti dalam roti atau nasi, harus diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran darah. Sebaliknya, karbohidrat sederhana seperti es krim, jeli, selai, sirup, minuman ringan, dan permen, langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah langsung melejit.

Dari sisi makanan penderita diabetes lebih dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dll. Sedangkan buah-buahan yang terlalu manis seperti sawo, jeruk, nanas, rambutan, durian, nangka, anggur, perlu juga untuk sumber tenaga.

Peneliti gizi asal Universitas Airlangga, Surabaya, Prof. Dr. Dr. H. Askandar Tjokroprawiro, menggolongkan diet atas dua bagian, A dan B. Diet B dengan komposisi 68% karbohidrat, 20% lemak, dan 12% protein, lebih cocok buat orang Indonesia dibandingkan dengan diet A yang terdiri atas 40 – 50% karbohidrat, 30 – 35% lemak dan 20 – 25% protein. Diet B selain mengandung karbohidrat lumayan tinggi, juga kaya serat dan rendah kolesterol. Berdasarkan penelitian, diet tinggi karbohidrat kompleks dalam dosis terbagi, dapat memperbaiki kepekaan sel beta pankreas.

Sementara itu tingginya serat dalam sayuran jenis A(bayam, buncis, kacang panjang, jagung muda, labu siam, wortel, pare, nangka muda) ditambah sayuran jenis B (kembang kol, jamur segar, seledri, taoge, ketimun, gambas, cabai hijau, labu air, terung, tomat, sawi) akan menekan kenaikan kadar glukosa dan kolesterol darah.


Apa dengan diet saja Penyakit Gula darah bisa sembuh ?
Pada dasarnya, orang dengan penyakit gula darah (diabet) itu orang yg tidak paham memilih makanan, semua makanan masuk, padahal dalam Islam ada "halalan toyiban", halal dan baik. Banyak makanan halal tetapi tidak baik, misal gula pasir/gula putih, orang yg tiap hari minum teh manis selama 10 tahun, dipastikan dia akan terkena diabetes. Ada seorang guru, setiap hari dia kerja dikantor dan selalu disediakan 2 gelas teh manis, akhir-akhir ini dia merasa gampang capek, cepat lemas, sering haus, hmm dia baru sadar, bahwa ada gejala diabates. Alhamdulillah dia mengenal terapi pengobatan Islam, yaitu Hijama atau membuang darah kotor. Terapi ini bisa 80 % berhasil untuk menurunkan kadar gula darah yg tinggi. Jadi bukan diet saja, tapi ada 4 hal lain, yaitu berpikir positir, olah raga, menjaga pantangan, dan terapi Hijamah (sedot darah kotor).

Praktek Pengobatan Alami Surabaya
Oleh : Cak Majid (Terapis, Pengobatan Islam)
Alamat : Perumahan GSI Blok M-17 SBY
Telp     : 031 77750099 atau 0857 3366 3333
Jadwal : Buka Jam 10.00-17.00 (harap sms kehadiran)

KADAR GULA DARAH (BLOOD SUGAR LEVELS)

KADAR GULA DARAH (BLOOD SUGAR LEVELS).
Menjaga kadar gula darah dengan mengubah gaya hidup merupakan salah satu faktor penting dalam mengontrol diabetes. Hal ini karena tubuh kekurangan insulin yang berperan mengatur gula darah (baik karena tubuh tidak bisa memproduksi atau memproduksi dalam jumlah kurang).

Insulin bekerja mengolah gula dan glukosa dari makanan yang Anda konsumsi dan mengubahnya menjadi energi yang bisa digunakan tubuh. Jika tidak diproses, glukosa akan akan tetap berada di dalam darah, sehingga meningkatkan kadar gula darah.

Kondisi ini sangat berbahaya karena sebagian organ kelaparan kekurangan gula dan sebagian organ lain rusak karena terlalu banyak gula. Kadar gula yang tidak terkontrol seperti ini bisa merusak mata, saraf, ginjal dan pembuluh darah. Orang dengan kadar gula darah tinggi (diatas 400 mg/dl) berakibat mata kabur, gampang capek, dan kadang sering haus, dan sering kencing. Orang dengan kadar gula darah yg tinggi semacam ini proses terapinya tentunya harus lebih sering, karena sudah anda indikasi kerusakan beberapa organ tubuh juga, terutama sel pankreas yg banyak mati.


Bagaimana cara menurunkan kadar Gula Darah (glukosa darah)? 


Sebagai herbalis Muslim, saya berupaya mencari metode pengobatan penyakit gula darah (diabet) ini tanpa obat. Karena saya sudah menjumpai 4 orang di tahun 2011 ini orang yg sembuh dari diabetes tanpa obat. Dan alhamdulillah banyak sekali pasien saya yg punya penyakit gula darah, dan hidupnya normal. Lalu apa dong Rahasia menurunkan kadar gula darah nya ?. Berikut ini sedikit kesimpulan cara menurunkan gula darah secara alami :
  1. Berpikir positif, bersyukur. Orang dengan penyakit gula darah secara umum mental mereka down. Ketika seorang dokter memvonis "Anda terkena diabetes Pak". langsung orang berputus asa. Akhirnya dia nurut apa kata dokter, yaitu "minum obat diabtes seumur hidup". Maka, janganlah putus asa, Diabetes bisa sembuh tanpa obat.
  2. Menjaga makan, selama 7 tahun saya "tidak mau makan diwarung". Maka setiap pasien akan saya larang makan di warung, di rumah makan, di restoran. Kenapa? karena makanan mereka pasti banyak obat pemanis, penguat rasa, pengawet.....inilah racun.
  3. Olahraga minimal 30 menit/hari, perlu diketahui ketika kita olah raga, maka tubuh akan panas, panas tubuh ini akan membakar Glukosa darah (gula darah) dengan cepat.
  4. Terapi Hijamah, Nabi SAW bersabda, "pengobatan itu ada 3 macam, minum madu, hijamah dan kay. Tapi aku melarang umatku memakai kay". (Bukhori). Hijama adalah metode pengobatan Islam kuno, yaitu proses pembuangan darah kotor. Terapi ini sangat efektif, bahkan gula darah 500 mg/dl bisa normal dengan terapi Hijama ini saja.
Demikian tulisan saya mengenai  menurunkan kadar gula darah, agar kondisi  kadar gula darah normal  tercapai. "4 cara menurunkan gula darah" yg saya tulis diatas itu dari pengalaman seorang pasien yang datang dengan Nilai Gula Darah 350 mg/dl dan selama 1 kali terapi, olahraga, menjaga makan, berpikir positif, 2 minggu gula darahnya menjadi 126 mg/dl. Jadi cara diatas adalah cara menurunkan gulla darah alami & cepat.

Praktek Pengobatan Alami Surabaya
Oleh : Cak Majid (Terapis, Pengobatan Islam)
Alamat : Perumahan GSI Blok M-17 SBY
Telp     : 031 77750099 | 0857 3366 3333
Jadwal : Buka Jam 10.00-17.00 (harap sms kehadiran)